Rahasia Hati

Ketahuilah didalam jasad ada segumpal darah, apabila segumpal itu baik maka,  yang lain ikut baik. Apabila segumpal itu buruk maka, yang lain ikut buruk
Hai kawan! Jumpa lagi dengan Abang Hakim

Semoga kita selalu berada dalam naungan Allah. Amin
Rahasia HatiAda orang kaya penuh harta dan tinggi jabatannya. Ia pergi naik kereta, diperjalanan ia melihat pesawahan yang sedang dipanen. 

Ditengah teriknya matahari ia melihat petani yang sedang duduk digubuk tua menunggu anak dan istrinya membawakan makanan. 

Si orang kaya berkata: "betapa bahagianya menjadi petani, ketika perut lapar makanan datang, ketika haus dan rindu, anak dan istri datang. Lapar, haus dan rindupun menghilang."

Sebaliknya, petani menengok ke orang kaya.  Ia berkata: "betapa bahagianya orang kaya naik kereta, sedang aku hanya duduk digubuk yang tua" Maka kedua-duanya tidak bahagia.

Lalu dimana letak kebahagiaan itu? Penasaran guys...? Wani piro.!

Oke! Letak kebahagiaan itu ketika "hati terasa lapang, apapun yang datang". Ketika hati lapang itulah yang membuat Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), penanya berjalan perlahan tapi pasti, maka keluarlah tafsir "Al-azhar". 

Begitu pula yang dialami oleh Sayyid Qutb, beliau tersenyum ketika menghadapi tiang gantungan, meski dipenjara oleh Kamal Abdul Nasir. Tetapi, sebelum kematiannya ia menulis tafsir "Fizilalil Qur'an".

"Hidup dibawah naungan bayang-bayang Al-qur'an itu nikmat" (Sayyid Qutb). 

Bila nampak orang yang raut wajahnya tenang-cerah, maka ketenangan bukan pada  wajahnya; bila melihat orang yang melangkah dengan tenang penuh wibawa,  maka ketenangan bukan pada kakinya; bila tampak ayunan tangannya tidak tergesa-gesa, maka bahagia bukan pada tangannya.

Ketahuilah didalam jasad ada segumpal darah, apabila segumpal itu baik maka, yang lain ikut baik. Apabila segumpal itu buruk maka, yang lain ikut buruk. 

Hati itulah yang mengendalikan mata, tangan, kaki. Hati itulah tempat rindu, benci, marah, rido, ikhlas, hasad, fasik, dan kufur.

Jadi kebahagiaan bukan karena harta, tahta,  ilmu atau barang antik lainnya. Tetapi bahagia ketika hati terasa lapang, apapun  yang datang (Insyirahus sadr).

Maka, kebahagiaan itu terletak pada hati seseorang, bukan pada jabatan dan pangkatnya. Kunci supaya kita lapang hati adalah ikhlas, rido atas apa yang telah diberikan oleh Allah, serta satu hal lagi jangan lupa untuk selalu "Bersyukur"

Semoga bermanfa'at

Salam semangat, semangat luar biasa!

Oleh: Fauzi Hakim

0 Response to "Rahasia Hati"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel